Tahukah Anda tentang Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Serai? Serai atau sereh kerap disebut juga sebagai lemongrass karena memiliki aroma yang kuat dan mirip seperti lemon.

Tanaman serai kerap ditemukan di daerah tropis baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian sampai 1200 mdpl pada tanah yang lembab dan sinar matahari cukup dengan curah hujan yang tinggi.

Tanah lempung atau tanah liat yang subur biasanya cocok digunakan sebagai tempat menanam serai. Tanaman serai biasanya akan membentuk banyak anakan sehingga bisa menghasilkan rumpun yang lebat.

Klasifikasi Tanaman Serai

  • kingdom : plantae
  • subkingdom : tracheobionta (tanaman berpembuluh)
  • Super divisi : spermatophyta (tanaman yang menghasilkan biji)
  • divisi : magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
  • kelas : liliopsida (berkeping satu)
  • ordo : poales
  • famili : poaceae (suku rumput-rumputan)
  • genus : cymbopogon
  • spesies : cymbopogon citratus

Morfologi Tanaman Serai

Morfologi tanaman selalu menjadi hal yang menarik untuk diketahui. Adapun morfologi pada tanaman serai, dapat dijabarkan sebagai berikut

Akar

Tanaman serai memiliki akar jenis serabut dengan akar rimpang yang berukuran pendek dan berwarna cokelat muda.

Batang

Batang pada tanaman ini merupakan batang yang bergerombol dan berumbi. Tahukah Anda Batang ini juga memiliki rongga dan teksturnya lunak.

Batang pada tanaman serai memiliki isi berupa pelepah umbi dengan pucuk yang warnanya putih kekuningan.

Secara keseluruhan, batang tanaman ini berwarna putih selain itu ada juga batang yang warnanya putih keunguan atau putih kemerahan. Batang tanaman serai merupakan batang yang kaku dan mudah patah dan tumbuh tegak lurus di atas tanah.

Daun

Tanaman serai memiliki daun yang tidak bertangkai, dengan bentuk yang runcing dan panjang serta tekstur yang kesat hampir mirip dengan daun ilalang.

Daun ini akan tumbuh makin runcing mendekati ujungnya dengan tepi yang kasar dan tajam serta tulang daun yang tersusun sejajar dengan panjang berkisar antara 70-100cm dan lebar 2-5 cm.

Tanaman serai memiliki daun dengan daging tipis dan bulu-bulu halus di permukaan bawah daun serta memiliki aroma asam seperti lemon.

Baca Juga : Anatomi Daun

Bunga, Buah dan Biji

Tanaman serai hampir tak memiliki bunga, buah ataupun biji. Hal ini karena tanaman serai memang jarang berbuah ataupun berbunga. Jikalau berbunga, maka bunga tersebut tak memiliki mahkota dan bunganya mengandung bulir.

Budidaya Tanaman Serai

Tanaman serai biasa dibudidayakan untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk dijual. Proses budidaya tanaman serai tak jauh berbeda dengan budidaya tanaman lain. Yang pertama harus disiapkan adalah lahan dengan mempertimbangkan jarak tanam.

Jarak tanam pada tanah subur biasanya berkisar antara 100×100 cm dan 75×75 cm pada tanah yang tidak subur dengan ukuran lubang tanam 30×30×30 cm dengan kedalaman 10 cm. Setelah lahan siap maka bisa mulai diakukan proses penanaman dengan melakukan penanaman benih pada lubang yang telah disiapkan dan jangan lupa untuk memadatkan tanah di sekitar lubang tanam agar tanaman dapat tumbuh tegak.

Setelah proses penanaman, maka dilakukan proses penyulaman saat tanaman serai berumur satu minggu, lalu dilakukan penyiangan setiap dua bulan sekali sampai panen.

Tanaman serai biasanya dapat dipanen setelah daunnya berumur 5-6 bulan untuk panen pertama dan umur 3-4 bulan untuk panen selanjutnya dan biasanya dipanen hingga berusia empat tahun.

Proses panen serai dilakukan dengan memotong daun serai sepanjang 5cm diatas batas pelepah dengan helaian daun dari daun yang belum kering. Adapun panen selanjutnya dapat dilakukan pada musim hujan atau musim kemarau.