Tahukan anda Cara Budidaya Tanaman Sawo Dalam Pot? Tanaman sawo sekarang ini telah menjadi komoditas yang besar. Kemudahan dalam menanam menjadi pertimbangan tersendiri kenapa tanaman ini banyak digemari.

Bentuk pohon sawo yang tinggi dan rindang bisa sangat cocok ditanam di depan maupun di belakang rumah. Selain itu, tanaman sawo juga bisa di tanam dalam pot rumah.

Selain diambil buahnya, tumbuhan sawo juga banyak dimanfaatkan getahnya. Getah ini biasa digunakan sebagai bahan campuran pembuatan permen karet.

Juga, tanaman ini dianggap mempunyai khasiat dalam hal pengobatan, terutama berkaitan dengan berat badan.

Mebudidayakan tanaman sawo bisa dibilang sangat praktis, dan mudah dilakukan oleh siapapun.

Lahan yang digunakan juga bisa berbagai macam bentuk, muai dari pekarangan rumah, lereng, ladang atau bahkan dalam pot sekalipun.

Syarat tanam tanaman sawo

Penanaman tumbuhan sawo tidak terlalu rumit. Tumbuhan sawo juga tidak memerlukan berbagai persaratan layaknya jenis tanaman lain.

Walaupun begitu, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menanam pohon sawo.

1. Media tanam

Tanah yang cocok digunakan untuk menanam sawo adalah tanah berjenis lempung dan sedikit berpasir.

Tingkat keasaman tanah harus mencapai 5,5-6,6, juga harus memiliki drainase yang baik dan cukup unsur hara. Gunakan pot yang berukuran minimal 40 cm untuk mengantisipasi pertumbuhan akar tanaman sawo.

2. Iklim

Tanaman sawo akan lebih optimal pertumbuhannya pada ketinggian antara 100-1.000 mdpl dengan kisaran suhu sekitar 26-32 derajat celcius.

Curah hujan yang diperlukan tanaman sawo sekitar 1.000-1.500 per-tahun dan kelembaban udara sekitar 50-70 %.

Pertumbuhan sawo akan lebih cepat jika terkena sinar matahari secara langsung, buahnya menjadi banyak dan batangnya semakin menguat.

Cara budidaya tanaman sawo

Budidaya tanaman sawo juga mudah, dan bisa dilakukan dimana saja. Asalkan tetap sesuai dengan kriteria sarat tanam.

1. Pembibitan

Bibit sawo bisa didapatkan berbagai macam bentuk, diantaranya dari hasil penyemaian biji dan juga dari hasil cangkok.

Bibit dari hasil cangkok lebih diutamakan, karena telah terbukti bisa hidup ditanam.

Juga, kecepatan tumbuh serta masa buah yang cukup cepat dibandingkan dengan bibit hasil biji-bijian.

2. Penanaman

Masukkan bibit sawo pada pot yang telah disediakan. Lepas polybag atau pembungkusnya kemudian letakkan ke dalam pot sesuai dengan media tanam di atas.

3. Sistem penanaman

Letakkan bibit sawo di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Peletakan ini akan memberikan efek terhadap pertumbuhan daun pada tanaman sawo.

Baru setelah sekitar dua bulan tanaman sawo akan mengeluarkan daun baru, kemudian tempatkan bibit tanaman pada tempat yang secara langsung terdapat sinar matahari.

4. Lahan

Tanah yang digunakan dalam pot sebaiknya tanah lempung dan sedikit berpasir. Juga campurkan dengan kompos dengan perbandingan 1:1, setelah itu campur hingga merata kemudian taruh dalam pot. Berikan alas pada bagian bawah dalam pot sekitar 7 cm dengan ijuk.

5. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman sawo bisa dibilang relatif gampang. Cukup dengan memberi pengairan tiap pagi dan sore hari.

Berikan juga pupuk berjenis NPK dengan dosis 50 gram per-pot secara berkala untuk merangsang pertumbuhan batang dan daun tanaman sawo.

Pemberian pupuk dapat diberikan dengan cara memendam pupuk sekitar 10 cm. lakukan pemberian pupuk ini tiap tiga bulan sekali.

6. Pemanenan

Buah yang dihasilkan tanaman sawo akan bergantung pada proses perawatan dan pemeliharaan. Buah yang dihasilkan dari bibit biji akan lebih lama dari buah yang dihasilkan dari hasil bibit cangkokan.